Loading...
Kamis, 23 Mei 2013

Point - Point Pidato Ketua Umum PPP Saat Harla ke-40

Point - Point Pidato Ketua Umum PPP Saat Harla ke-40


POINT-POINT PIDATO KETUA UMUM PPP 

1. Memperkokoh Rumah Besar Politik Umat Islam Indonesia: Berkaitan dengan tema Harlah. 

Rupanya banyak orang yang tidak mengerti bahwa PPP merupakan partai Islam yang tak pernah terbesit sedikit pun menginginkan terbentuknya negara Islam di bumi nusantara ini. Di sini kami tegaskan bahwa PPP adalah partai politik murni umat Islam Indonesia yang menjunjung tinggi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia secara konsisten dan konsekuen, yang menghargai kemajemukan dan perbedaan-perbedaan. PPP adalah partai politik murni umat Islam Indonesia yang memperjuangkan dan menjaga nasib umat beragama di Indonesia, di tengah liberalisme dan pragmatisme politik, agar tetap bisa menjalankan ibadah dan ajaran agamanya masing-masing secara khusyuk dan tuma’ninah. Meski murni sebagai partai politik milik umat Islam Indonesia, yang berarti seluruh anggota dan pengurusnya harus beragama Islam dan berwarganegara Indonesia, bukan berarti PPP tidak memperjuangkan dan menjaga nasib umat agama lain. PPP adalah partai politik murni milik umat Islam Indonesia yang menjalankan ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin, yang memperjuangkan kemaslahatan untuk seluruh tanah air dan seluruh umat manusia di dunia. 

Cucuran darah dan keringat, bahkan nyawa sudah dipersembahkan oleh umat Islam Indonesia untuk tegaknya NKRI dan martabat bangsa Indonesia. Di era politik yang makin demokratis ini, PPP mengajak seluruh umat Islam Indonesia bersatu, berjuang, membangun, dan memperkokoh bangsa Indonesia melalui Rumah Besar Politik Umat Islam Indonesia, Partai Persatuan Pembangunan. 

2. Eksistensi PPP dalam lintasan sejarah kehidupan berbangsa dan bernegara. 

40 tahun sudah PPP terlibat nyata dalam proses perjuangan dan pengawalan pembangunan dan menegakkan kewibawaan bangsa Indonesia, baik dilakukan secara institusional maupun individual, sampai terwujudnya gerakan reformasi. Dalam perjuangan dan pengawalan itu, PPP tak pernah merasa surut, apalagi takut, meski berada di dalam tekanan penguasa orde baru. Kader-kader PPP diintimidasi, dilarang berkampanye, karena mereka takut tak mampu meloloskan kebijakan-kebijakan yang merugikan negara. Peristiwa itu nyata, bukan gosip, bukan fiktif, dan bukan sekadar iklan. Hampir seluruh kader PPP punya kisah tragis itu. Dan nyatalah perjuangan PPP. 

Tidak seperti sekarang, banyak orang yang seakan-akan melakukan sesuatu, menggembar-gemborkan gerakan, mengaku-aku memperjuangkan rakyat melalui media massa, padahal hanya dalam iklan, fiktif, manipulatif, dan tidak nyata. Oleh karena itu, jangan bangsa Indonesi tertipu atau terperdaya oleh iklan atau propaganda yang tidak nyata. Semua itu hanya pencitraan kosong, yang tak pernah ada wujudnya. Jangan sampai bangsa ini bangkrut karena tertipu oleh pesulap politik. 

3. Mengawal Demokrasi dan Kepemimpinan Nasional yang Konstitusional 

Kita patut bangga dalam perjalanan sejarah bangsa, PPP menjadi bagian aktif dalam perubahan UUD 1945, yang berlangsung sejak 1999-2002. Hasil dari perubahan itu kini dijadikan dasar hukum nasional atau konstitusi. Melalui proses aktif tersebut, PPP telah menjadi salah satu bagian penting yang melahirkan sistem demokrasi konstitusional dan sistem kepemimpinan nasional yang konstitusional. Oleh karena itu, mengawal demokrasi konstitusinal dan kepemimpinan nasional yang konstitusional ini juga merupakan bagian dari misi dan tanggungjawab PPP dan seluruh jajaran kader PPP seluruh Indonesia. 

PPP secara tegas menyatakan tidak akan pernah bisa menerima bentuk-bentuk tindakan dan gerakan yang inkonstitusional, seperti makar atau kudeta, dan bentuk-bentuk inskonstitusional lainnya. Indonesia adalah negara demokrasi. Negara demokrasi bukan berarti negara bebas, yang membiarkan anarkisme. Indonesia adalah negara hukum, yang berarti segala upaya harus dijalankan berdasarkan aturan hukum yang berlaku. 

4. Media Massa Dalam Mengawal Proses Demokrasi 

PPP juga mengajak media massa sebagai salah satu pilar demokrasi, untuk mengawal proses demokrasi di negara ini. 

5. Pemilu yang Jujur, Adil, Rasional, dan Bermartabat 

Pemilu 2014 harus berjalan secara aman dan damai. Oleh karena itu, PPP mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk jujur, adil, rasional dan bertabat dalam Pemilu 2014 nanti. Jangan khianati nurani karena iming-iming uang dan intimidasi saat memilih. Jangan biarkan ada kecurangan dan manipulasi suara. Pemilu 2014 harus melahirkan pemimpin dan wakil-wakil rakyat yang terbaik untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa dan seluruh rakyat Indonesia. 

Menghadapi Pemilu 2014, PPP berkomitmen menyiapkan kader-kader terbaik untuk negeri ini. Mereka adalah benar-benar kader yang teruji integritas, kapabelitas, dan kompetensinya. Melalui kader-kader ini, PPP berharap masa depan bangsa dan negara Indonesia makin baik dan beradab. 

6. Mempertegas Pemberantasan Korupsi yang Tidak Tebang Pilih 

7. Reformasi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Manusia 

8. Reformasi Agraria 

9. Ketahanan Pangan Nasional: Berkaitan dengan swasembada pangan, pembangunan infrastruktur pertanian, pengendalian harga kebutuhan pokok bahan pangan.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Toggle Footer
TOP