Loading...
Kamis, 23 Mei 2013

Partai PPP Melarang Kadernya Poligami

Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) Melarang para kadernya berbuat poligami, itu statement yang dinyatakan oleh Ketua Umum PPP Dr. H. Suryadharma Ali, M.Si.


Sebuah terobosan baru telah dilakukan oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP). PPP membuat sebuah terobosan yang sepertinya mustahil dibuat oleh sebuah partai Islam. Namun, PPP membuktikan bahwa mereka akan tampil dengan terobosan-terobosan baru.

PPP baru saja menerbitkan maklumat kepada kadernya. Wakil Ketua Fraksi PPP Ahmad Yani, melalui Tribunnews.com, mengatakan maklumat yang diputuskan oleh Ketua Umum Suryadharma Ali itu ada 3 hal, yaitu: tidak boleh poligami, korupsi, dan narkoba. Diantara 3 maklumat itu, larangan berpoligami merupakan terobosan baru. Karena seperti yang kita ketahui, Poligami tidak dilarang di dalam ajaran Islam. Lalu mengapa PPP melarang kadernya?

“Kader PPP untuk tidak boleh melakukan poligami. Karena poligami tidak bisa diterapkan dalam rangka memenuhi rasa keadilan. Karena kader kita belum bisa terlihat adil mengenai hal itu,” kata Yani di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/2/2013).

Maklumat ini tidak main-main. Masih melalui Tribunnews.com, Yani mengatakan partai berlambang Ka’bah itu juga melarang seluruh calon legislatif yang maju dalam pemilu 2014 untuk berpoligami. Yani mengungkapkan meskipun Islam memperbolehkan namun praktek keadilan akan sulit. Hal itu menyebabkan munculnya praktek korupsi.

“Namun bagi yang sudah poligami maka tidak akan dikasih kesempatan untuk jadi caleg lagi. Jadi kita juga memperjuangkan perasaan perempuan Indonesia,” ungkap Yani.

Terobosan PPP melarang kadernya berpoligami patut diberikan apresiasi tinggi. Karena sebagai partai Islam, larangan berpoligami kurang masuk akal. Tetapi sikap PPP yang terbuka terhadap kondisi di lapangan membuat PPP berani membuat larangan tersebut.

Kejelian PPP melihat korelasi antara poligami dan juga korupsi juga sangat tepat. Poligami bisa jadi pemicu tindakan korupsi, karena kebutuhan dan keinginan yang meningkat. Melarang poligami bisa menjadi pencegahan yang ampuh terhadap keinginan korupsi.

Nah, jika ini konsisten diterapkan, maka Rhoma Irama tidak akan mungkin dijadikan capres oleh PPP. Karena Rhoma yang telah berpoligami, jadi kader saja tidak bisa apalagi dijadikan capres. Kecuali Rhoma mau menceraikan isterinya yang lain.

PPP telah membuat sebuah terobosan yang besar, akankah diikuti oleh partai Islam dan partai nasionalis yang lain? Semoga saja banyak partai yang mengikuti terobosan PPP ini.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer
TOP